Kamis, September 10, 2009

Ramainya Masjid Kami: Edisi Tarawih Bareng Nenek Gaul

Malam ini, malam ke-21. Apa yang terjadi biasanya? Mesjid sudah mulai terlihat sepi. Shaf di Mesjid akan berkurang dan biasanya tersisa dua shaf saja. Tapi tidak di Mesjid kami.

Sampai malam ke-21, Mesjid kami tetap ramai. Mesjid Annur di Jalan Nuri Raya, Depok 1. Ramadan tahun ini, Mesjid kami ramai.

Malam ini malam kedua saya berjamaah di Mesjid tercinta. Awalnya saya kira jemaahnya akan sepi. Apalagi ini sudah masuk ke-10 hari terakhir. Ibu-ibu biasanya sudah mulai sibuk membuat kue. Tadi sore saja, Mama di depan rumah sudah sibuk marut Nenas buat kue Nastar.

Edisi Salat Tarawih Bareng Nenek-Nenek Gaol

Ini dia yang unik dan menarik. Kalau enggak ingat ada di Mesjid, pasti saya sudah ketawa ngakak enggak keruan. Sejak bakda Magrib saya sudah di Mesjid. Bukan apa-apa, tanggung mau pulang soalnya hujan. Lagian tadi datang salat Magribnya *Masbuq*.

Nah, lagi tilawah .. tiba-tiba dipanggil ibu sama ibu-ibu. Ya Rabb, ibu itu (saya lupa namanya) menyangka kalau saya itu, ya .. mama saya. "Si mbak, kirain mamanya tadi. Kabar ibu di Kalimantan gimana?" sapanya.

"Alhamdulillah baik bu, tapi saya enggak mudik lebaran. Saya di sini saja, jagain rumah," jawabku. (errr, kok ngaku sih jabatan selama lebaran jadi sekuriti rumah)

Tak sampai di situ, mulailah nenek-nenek gaul satu per satu datang. Sudah nenek-nenek, masih saja masalah sajadah dibahas. Ini sajadah Bu Njen, ini sajadah bu Anas.
"Ibu ini mah kelewatan deh, udah dicariin tempat, malah ntar ada dimane."

"Bu, gue lupa bawa air minum gue. Padahal tadi dah gue seduh tuh teh. Buatin gue yak, bawa sini. Jangan kepanasan airnye, elu mah suka kelewatan deh panas banget airnye."

Dijawab: "Iye tuan Putri."

Ada yang tanya: "Bu, mo kemana?"

Bu Nur: "Ini nih mo pulang buatin teh buat si bidadari."

*Nyengir* Yaolo ini nenek-nenek, malah mengingatkan kelakuan saya dan teman-teman waktu SD dulu. Mengapa sekarang malah ibu-ibunya ya?

Bahan Renungan

Paling tidak, ada yang membuat saya mengerti. Usia senja mereka masih diisi dengan beribadah. Mereka masih mau memakmurkan Mesjid. Bagaimana dengan kita yang masih muda?

Mengapa kita sibuk bersilaturahmi tapi meninggalkan hal seperti ini? Semoga kita tua masih bisa memakmurkan Mesjid seperti mereka. 
Ssst, ini peringatan buat saya. Suka sok sibuk bersilaturahmi tapi lupa memakmurkan Mesjid. Suka sok sibuk bekerja, tapi mengulur waktu salat. *Istighfar*
***

Ini 10 malam terakhir, 
jangan lagi disia-siakan!

Kamis, Juni 05, 2008

.:: Aku Jatuh Cinta ::.

Padamu ...

Aku menemukan kekuatan yang kau berikan padaku
Aku menemukan kehangatan yang kau selimuti hatiku
Aku menemukan keteduhan di setiap kata-katamu
Aku menemukan kunci yang mengungkapkan kegelisahan hidupku

Ya ...


Aku Jatuh Cinta

Padamu

Jumat, April 11, 2008

Sangkalan yang Terbukti

**Keterlibatan Aparat Dalam Illegal Logging


Kapolda Kalbar Brigjen Polisi Zainal Abidin Ishak sempat menyangkal ihwal dirinya diperiksa Divisi Propam Mabes Polri. Namun kemudian ini bisa dibuktikan dengan pemanggilan dirinya Rabu (9/4) untuk menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

CATATAN NOVI, Pontianak

Sungguh, bak penyangkalan Badan Kehormatan DPR RI terhadap lagu slank Gosip Jalanan. Selang beberapa hari terbukti, KPK menangkap anggota DPR RI atas dugaan suap atas pengalihan fungsi hutan Tanjung Api-Api di Pulau Bintan.

Sejak kedatangan Kapolri, para pewarta mengejar penegasan rumor yang menyatakan bahwa Kapolda Kalbar meminta aparat keamanan di Ketapang untuk tidak menangkap Asong. Rumor ini dikonfirmasi salah satu wartawan nasional MI kepada Kapolda. Kapolda berang dan mengontak Kasat Reskrim Polres Ketapang untuk mengatakan kepada wartawan tersebut bahwa hal tersebut tidak benar.

"Tolong katakan kepada wartawan tersebut, bahwa itu tidak benar," ujar AKP Kadhapy Marpaung kepada METRO melalui Telepon Seluler saat berada di Ketapang, Kamis (3/4) malam. Ia menegaskan bahwa saat itu juga Kapolda telah memerintah jajaran Polres Ketapang untuk menangkap Asong. Mengapa tidak sejak dulu?

Sayang, hingga kemarin Asong juga belum tertangkap. Entah siapa yang akan bergerak mengejar aktor utama Illegal Logging ini lantaran tiga perwira termasuk Kasat Reskrim sendiri telah ditetapkan Mabes Polri sebagai tersangka. Masyarakat berharap, Kapolres Ketapang yang baru AKBP Gustav Leo dapat bekerja sungguh-sungguh menjalankan perintah Kapolri.

Sabtu 5 April 2008, jajaran Polda Kalbar menangkap AM pemilik sawmill yang bertugas memberikan tip kepada aparat keamanan. Dari informasi yang didapat jajaran Polda Kalbar, saat itu AM sedang berada di Mempawah.

Jumpa pers atas penangkapan AM digelar Minggu 6 April di Mapolda Kalbar pukul 13.00 WIB. Hal ini tidak biasa, mengingat jumpa pers penangkapan seperti kasus lainnya biasanya ditunda hingga hari kerja. Dalam kesempatan inilah, Zainal mengungkapkan penyangkalan atas pemeriksaan dirinya yang dilakukan oleh Irwasum Komjen Pol Jusuf Manggabarani. "Tidak benar saya diperiksa oleh Mabes Polri," ujarnya saat itu dihadapan media.

Dalam kesempatan itu pula ia marah hingga awak media pun tercengang lantaran baru kali pertama inilah melihat Zainal emosi. Zainal pun mengakui ia pun dapat marah. Apa pasal? Ia tersentil oleh tulisan features yang mengungkit posisinya di bawah pohon saat Kapolri datang ke Ketapang. "Saya akan tuntut media yang memuat berita tersebut," tandasnya.

Namun, kemarahan tersebut menjadi senyap saat media nasional baik cetak, online maupun elektronik mengumbar pengakuan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira bahwa Kapolda Kalbar akan diperiksa Provost Mabes Polri.

Pengungkapan Mabes Polri ini juga membuat panik masyarakat Kalbar. Sejak hari itulah, berbagai komentar di media massa Kalimantan Barat ramai-ramai memberitakan penangkapan kayu oleh Mabes Polri. Dari berbagai komentar, baik dari anggota DPRD, LSM, praktisi hukum dan bahkan kepala daerah dalam hal ini Wakil Gubernur, tak satupun yang mengecam dan hanya mengatakan bahwa Polri Kalbar kurang maksimal bekerja tanpa memberikan sebuah solusi untuk bersama-sama memerangi Illegal Logging di Kalbar.

Wagub Christiandy Sanjaya bertekad, agar Kalbar tidak larut atas kehilangan banyak devisa dari sektor perkayuan. "Sekarang adalah bagaimana kayu dapat memberikan kesejahteraan kepada rakyat kita," kata dia.

Masyarakat Ketapang sudah tidak asing akan bisnis perkayuan. Mereka sendiri tidak dapat membedakan antara bisnis legal dan illegal. Bagi buruh sawmill, mereka hanya tahu kalau dari setiap tetes keringat mereka akan dibayar oleh juragan.

"Kami sudah biasa pak, melihat aktifitas yang dikatakan illegal logging. Di sini tak ada yang tersembunyi," begitu tutur Ali, masyarakat Ketapang yang ditemui di dekat Bandara Rahadi Oesman. Hari itu - Kamis (4/4) pagi, kedatangan Kapolri ke Ketapang bersama Menhut MS Kaban mengundang perhatian para petugas dan masyarakat yang sedang berada di bandara. Masyarakat juga tidak tabu mengetahui keterlibatan aparat dalam membantu kegiatan di sektor perkayuan. Bahkan beberapa orang tertangkap mata sedang tersenyum sinis saat para pewarta mendiskusikan banyaknya kayu tangkapan tim Mabes Polri.

Bapak tiga anak yang menjadi ABK KM Nusa Indah, yang ditangkap oleh tim Mabes Polri tampak lesu ketika rombongan wartawan datang mengambil gambar barang bukti ribuan kubik kayu. Amad, demikian katanya, menceritakan kapalnya mengangkut kayu jenis meranti ke Semarang. "Tidak banyak diangkut, lebih banyak dibawa ke Malaysia," kata dia. Dengan tatapan nanar, ia terus menceritakan sejak penangkapan tersebut praktis tak lagi dapat bekerja. Ia sendiri bersyukur hanya diambil kesaksiannya. Ia tidak mengerti sama sekali mengenai surat-surat yang dimiliki kapten kapal.

Amad sendiri masih membantu pihak kepolisian, mengangkat kayu dari kapal menuju Tempat Pengumpulan Kayu (TPK). "Dibayar pak," tuturnya saat ditanya apakah mendapat upah dari Mabes Polri.

Sejak kepulangan Kapolri, pemberitaan media elektronik nasional seragam melaporkan kedatangan Jenderal Polisi Sutanto dan MS Kaban. Mereka mengungkapkan banyaknya jumlah kayu yang disita dari 19 kapal dan merugikan negara lebih dari Rp 200 Milyar.(*)